efek salju

Jumat, 30 Agustus 2013

Luka Ini Hadir Kembali

Kamu yang ada disaat aku terluka karnanya. Kamu membuatku bangkit setelah aku merasakan sakit yang begitu dalam. Kamu membuat aku sadar bahwa aku tak boleh larut dalam kesedihan. Biarlah masalalu yang pahit itu pergi dan ku coba membuka pintu hatiku untukkmu. Kamu memberi aku kebahagiaan lagi, ketika kamu selalu melakukan hal konyol hanya untuk membuatku tersenyum. Aku merasa bahagia, ternyata masih ada kamu yang menyayangiku.
Aku berusaha keras untuk melupakan dia demi seorang yang selalu membuat aku bahagia, ya itu adalah kamu. Semakin hari aku merasa nyaman dengan kedekatan kita. Awal memang kita teman, tapi lain ketika kamu mengutarakan rasa cinta dan sayangmu padaku dihadapan banyak orang. Aku tak dapat mengelak pada perasaan ku sendiri, aku juga mencintaimu.
Kamu selalu memperhatikan aku lebih, itulah yang membuatku merasa selalu berarti untukmu. Rasa perhatian dan sayangmu bisa selalu aku rasakan. Aku selalu merasa bahagia, seolah lupa bagaimana rasanya sakit hati. Berbulan-bulan hubungan kita selalu manis, tapi dengan adanya masalah perlahan hubungan ini tak lagi manis. Keegoisan kita membuat kita merasa tak cocok lagi. Dua kali hubungan ini sempat berakhir, aku fikir hubungan kita masih bisa diperbaiki.
 Kita selalu berusaha untuk tetap mempertahankan hubungan ini. Tetap saja berbeda, seakan kita sulit untuk dipersatukan lagi hingga hubungan ini benar-benar berakhir. Aku mencoba menerima itu, tapi itu sulit! Sulit karena aku tak punya alasan mengapa aku harus merelakanmu dan melupakan mu? Lagi lagi harus berakhir karna keegoisan. Mungkin.. ini yang terbaik.
Tak lama kemudian aku mendengar kedekatanmu dengan dia. Aku merasa itu tak adil! Secepat itu kamu dekat dengan dia? kamu sibuk membuat dia bahagia. Dulu aku berada diposisi itu, tapi sekarang? Saat ini aku merasakan lagi bagaimana rasanya sakit hati. Luka ini kembali hadir, bagaimana tidak? Dulu kamu datang untuk mengobati rasa sakitku, tapi sekarang justru kamu yang memberi rasa sakit itu.
Kamu tak tahu bagaimana rasanya jadi aku saat itu, mungkin hanya air mataku yang mengerti. Sekarang aku punya alasan untuk melupkanmu. Aku sadar aku tak lagi berada dihatimu, karena sudah ada dia yang menggantikan. Itulah alasanku. Secara perlahan aku pasti bisa! Dan kini aku akan berusaha untuk itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar