Hanya satu minggu waktu untuk ku mengenalnya, lalu kita menjalin hubungan. Dia baik dan perhatian. Aku menyukainya, ya menyukai sikapnya yang begitu cuek karena dia membuatku nyaman dan selalu membuat ku penasaran. Aku fikir aku sungguh mencintainya, tapi ternyata tidak! Aku hanya berusaha belajar menyayanginya dan sampai saatnya aku berhasil menyayanginya. Tapi kenapa disaat rasa sayang ini tumbuh hanya pengabaian yang aku dapat? Sikapnya yang aku kagumi hanya membuahkan pengabaian.
Aku merasa bahagia ketika dia sesekali memperdulikanku, tapi itu hanya sesaat. Sikapnya yang terlalu cuek padaku membuat aku merasa tak memlikinya. Aku benci cara dia mencintaiku! Rasa perhatian tak pernah dia tunjukan padaku, padahal aku hanya butuh perhatian darinya. Apa aku salah? Bukankah rasa sayang itu tumbuh karna adanya perhatian? Entahlah..
Selama ini aku selalu berusaha menjadi apa yang dia inginkan. Mencintai dia apa adanya, menerima kekurangannya, selalu memperhatikannya walau sebenarnya aku juga ingin diperhatikan. Dia hanya datang disaat dia butuh dan pergi ketika dia tak memperdulikanku. Apa aku salah bila aku merasa kesepian? Aku selalu merasakan hal itu, perhatian yang ku dapat hanya dari orang yang tak ku harapkan.
Setiap permasalahan diantara kita, dia selalu lari seakan tak memperdulikannya. Aku merasa hanya aku yang berusaha didalam hubungan ini, ya berusaha mempertahankan. Aku hanya bisa bersabar dan mengerti. Rasa itu hanya ku pendam dalam hati. Sekian kali rasa sakit ini pun semakin ku rasa. Dari kejujuran hati, aku memang merasa lelah. Lelah harus bagaimana lagi? sabar memang tak ada batasnya, tapi apa iya harus aku mengalah lagi demi hubungan yang tak pernah dia perdulikan? Untuk apa selama ini berusaha mempertahankan bila hanya sia-sia yang aku dapat? Tapi untuk itu aku tidak pernah merasa menyesal. Aku fikir cukup! Aku juga punya perasaan dan punya hak untuk memilih tetap tinggal atau pergi. Aku sudah mencoba, tapi kali ini aku memilih pergi..
Memang aku menyesal, itu karena aku terlalu cepat mengartikan rasa suka yang aku punya dan secepat itu aku anggap dia baik untukku. Aku anggap rasa suka itu lebih dari sekedar sayang, tapi ternyata rasa suka bukanlah segalanya. Penyesalan memang berada diakhir. Kini aku bisa belajar dari semua ini. Mungkin ini kebodohanku sejak awal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar