Aku tak menyesal telah mengenal dia walau hanya sekedar kakak untukku. Pertama kali aku melihatnya, ada rasa yang berbeda. Mungkin perasaan ini tumbuh begitu saja sejak aku mengenalnya. Dia cukup baik, manis, dan pintar.Kepintarannya itulah yang membuatku kagum padanya. Tersenyum, itulah yang selalu aku lakukan saat melihatnya. Ada rasa lebih dari sekedar teman disaat perasaan nyaman ini muncul. Aku tak mengerti, perasaan apa ini? Aku berharap dia juga mempunyai perasaan yang sama. Aku ingin memilikinya dan aku akan berusaha untuk itu.
Rasa penasaran membuat aku ingin selalu mencari tahu tentangnya. Ternyata dia mempunyai kekasih. Entah kenapa rasanya itu sakit! Padahal aku tak mempunyai hubungan apapun dengannya, hanya sebatas adik dan kakak kelas saja. Mungkin perasaan aku saja yang tidak wajar! Perasaan ini benar, mungkin aku menyukainya. Tapi apa iya? Apa yang membuat aku yakin kalo aku menyukainya? Aku tidak tahu.
Rasanya manis banget, ketika kulihat fotonya bersama dengan kekasihnya itu. Aku bisa merasakan kebahagiaannya. Disaat itu aku mulai mencoba berhenti, berhenti berharap! Aku sadar, aku hanya seorang wanita biasa yang penuh dengan kekurangan. Jauh sekali bila aku dibandingkan dengan kekasihnya yang begitu sempurna. Aku tak ingin mengganggu hubungannya. Jangankan menganggu, menyentuh hubungannya saja aku tak mau! Aku tak mau membuat hubungan yang manis itu hancur karna aku bisa merasakan itu.
Aku pun menjauh, tak dapat mengenalinya lagi. Hanya senyumannya yang bisa aku lihat dari kejauhan, tapi aku bahagia. Hari demi hari yang bisa aku lakukan hanyalah menunggu, entah menunggu apa dan siapa. Aku sibuk dengan urusanku hingga akhirnya aku tidak mengetahui tentangnya lagi.
Bertemu dengannya, itulah yang membuat rasa keingintahuanku muncul lagi. Aku menyadari bahwa aku sudah tidak tahu kabarnya. Rasa ingin tahu ini begitu besar, hingga akhirnya aku ingin tahu tentangnya lagi. Aku melihat hubungan mereka semakin hari semakin manis saja. Sakit rasanya tapi aku tak iri, sama sekali! Justru aku merasa bahagia, aku bisa merasakan kebahagiaan itu walau sebenarnya aku ingin menangis.
Aku tak ingin dia tahu akan perasaan ini, hanya lewat tulisan ini aku berani mengungkapkannya. Aku sadari, sampai saat inipun aku masih belum bisa untuk memilikinya. Dia tidak tahu, bahwa perasaan ini semakin tumbuh besar saat aku ingin selalu berusaha untuk melupakannya. Aku tak ingin membohongi perasaan ku bahwa memang perasaan ini lebih dari sekedar adik dan kakak, lebih dari sekedar teman, ya itu yang ku sebut dengan Cinta.
Aku rela dia bersamanya, karena dia bahagia. Biarlah perasaan ini hanya aku dan Tuhan yang tahu. Mengagumi tanpa dicintai dan mencintai tanpa dicintai. Mungkin itulah yang bisa ku sebut dengan Ketulusan. Aku tahu, sampai kapan pun dia taakan pernah bisa ku miliki. Tapi perasaan ini akan terus seperti ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar