“Penantian itu akan indah pada waktunya” Kamu percaya gak sama hal itu? Aku percaya, karena aku akan memberikan hal indah itu untukmu saat waktunya tiba. Tapi kenapa semuanya malah jadi sebaliknya? Setelah sekian lama kamu menantiku, kenapa keindahan yang akan kamu raih kamu hancurkan begitu saja? mungkin itu bukan maksudmu, lalu apa?
Suka dan sayang.. kata itulah yang selalu kamu lontarkan kepadaku. Hari demi hari aku bisa merasakan rasa sayangmu lewat perhatian yang begitu tulus dari semenjak kita kenal, akrab, sampai saatnya kamu jatuh hati padaku. Aku tidak tahu bagaimana perasanku padamu. Kali ini aku hanya butuh waktu untuk mengartikan rasa dihatiku.
Hari itu kamu menembakku. Manis memang, tapi lambat laun aku mengetahui kenyataan kalau kamu ternyata milik orang lain. Bagaimana bisa? Selama ini yang ku ketahui kamu hanya menunggu ku. Kalau begini caranya, aku berfikir berulang kali.
Berniat menduakan? Kamu milik orang lain tapi kamu berani bilang sayang padaku dan selalu ingin aku menjadi milikmu. Kamu bilang rela meninggalkannya demi aku, apa itu bukti permainanmu? Tak kusangka kamu bisa melakukan hal sepicik itu! Sulit untuk dipahami. Aku tahu kamu memang menyukai dan mengagumiku sejak dulu, tapi bukan begitu caranya! Aku berfikir lagi, bagaimana bila nanti aku berada diposisinya? aku pasti akan merasakan rasa sakit ini lagi!
Selama ini kamu ku kenal dengan baik dan tulus. Sekarang yang ku tahu kenyataannya kamu gak sebaik dan setulus itu! Kecewa, itu yang pertama kali aku rasakan setelah mengetahui semua itu. Kamu fikir aku sebodoh itu? iya aku memang bodoh, tapi kamu lebih bodoh!
Cukup tahu membuatku tak ingin mengetahui apapun lagi. Berkali-kali kamu menjelaskan tapi tetap saja sulit untuk percaya lagi. Mungkin banyak selama ini kebohongan dan kenyataan yang kamu sembunyikan. Semakin aku tahu semuanya, semakin aku ingin pergi. Pergi menjauh, hanya itu caranya agar semuanya bisa terlupakan.
Aku menghargai semua usahamu selama ini dengan selalu menanti dan memperhatikanku. Setelah kamu buat aku kecewa, apa harus aku hargai lagi? Aku tak ingin mendengarkan apapaun penjelasanmu, karna ku fikir semuanya cukup jelas! “Pergi saja, buang cintamu jauh-jauh! Mungkin memang Tuhan tak pernah mengijinkan kita bersatu.” Aku memang mudah bilang seperti itu, karena aku tahu yang tulus akan berakhir dengan indah ko. Begitu pula penantian mu itu. Itu bukan ketulusan, tapi kamu hanya menjadikan aku sebuah pilihan.
Aku akui semua ini juga salahku. Selama ini aku tak pernah mau mengakui perasaanku yang sesungguhnya padamu. Aku memang munafik! Aku selalu memilih untuk memendam perasaan ini. Aku melakukan hal itu hanya ingin menjaga perasaanku, karena aku benci dengan sikapmu yang seperti itu. Tapi aku tak menyalahkan sepenuhnya padamu. Mungkin karena waktu kita selalu salah.
Kamu benar, didunia ini pasti ada kesempatan kedua. Tapi menurutku kesempatan kedua itu tidak mudah. Kesempatan kedua itu tak seindah kesempatan pertama. Sakit.. ketika aku harus merelakanmu menjauh dariku. Semakin aku ingin melupakanmu, semakin hatiku merasa terluka. Tapi aku harus melakukan itu. Aku hanya tak ingin kamu terus mengharapkan aku, karena itu hanya akan membuat aku semakin terluka.
Kini aku telah memiliki dia, namun aku tak bisa menghindar dari perasaan ini. Aku akan mencoba berusaha melupakanmu dan mencintai dia. Aku hanya ingin kamu mengerti. Aku tak mungkin meninggalkannya demi kamu, ya demi kamu yang pernah menyakitiku. Bagaimana bisa aku meninggalkan dia yang tak pernah menyakitiku demi kamu yang pernah menyakitiku? Aku bodoh jika itu terjadi!
Seandainya cinta ini tak pernah ada, mungkin tak akan ada air mata. Seandainya cinta ini tak pernah terjadi, mungkin juga tak akan ada hati yang terluka. Walaupun kini kita tak bisa bersatu, tapi aku selalu berharap itu akan terjadi suatu saat. Biarlah kita jalani apa adanya, mengalir seperti air sampai saatnya waktu dan Tuhan menyatukan kita berdua..