efek salju

Jumat, 30 Agustus 2013

Suck Seed

Hari ini kekecewaan telah menemukan jalannya

Setiap hari..

Kesedihan ini hampir tidak tertahankan

Ketika kau terluka menangislah

Karena hanya air mata yang mampu

Yang mampu menyembuhkan lukamu

Bahkan sampai kamu sadar betapa terlukanya hatimu

Biarkan air matamu menetas dengan bebas

Jangan ditahan..

Bahkan sampai kamu sadar betapa terlukanya hatimu

Biarkan air mata yang membantu menyembuhkan hatimu

Percayalah..

Air mata adalah obat untuk luka hatimu

Luka Ini Hadir Kembali

Kamu yang ada disaat aku terluka karnanya. Kamu membuatku bangkit setelah aku merasakan sakit yang begitu dalam. Kamu membuat aku sadar bahwa aku tak boleh larut dalam kesedihan. Biarlah masalalu yang pahit itu pergi dan ku coba membuka pintu hatiku untukkmu. Kamu memberi aku kebahagiaan lagi, ketika kamu selalu melakukan hal konyol hanya untuk membuatku tersenyum. Aku merasa bahagia, ternyata masih ada kamu yang menyayangiku.
Aku berusaha keras untuk melupakan dia demi seorang yang selalu membuat aku bahagia, ya itu adalah kamu. Semakin hari aku merasa nyaman dengan kedekatan kita. Awal memang kita teman, tapi lain ketika kamu mengutarakan rasa cinta dan sayangmu padaku dihadapan banyak orang. Aku tak dapat mengelak pada perasaan ku sendiri, aku juga mencintaimu.
Kamu selalu memperhatikan aku lebih, itulah yang membuatku merasa selalu berarti untukmu. Rasa perhatian dan sayangmu bisa selalu aku rasakan. Aku selalu merasa bahagia, seolah lupa bagaimana rasanya sakit hati. Berbulan-bulan hubungan kita selalu manis, tapi dengan adanya masalah perlahan hubungan ini tak lagi manis. Keegoisan kita membuat kita merasa tak cocok lagi. Dua kali hubungan ini sempat berakhir, aku fikir hubungan kita masih bisa diperbaiki.
 Kita selalu berusaha untuk tetap mempertahankan hubungan ini. Tetap saja berbeda, seakan kita sulit untuk dipersatukan lagi hingga hubungan ini benar-benar berakhir. Aku mencoba menerima itu, tapi itu sulit! Sulit karena aku tak punya alasan mengapa aku harus merelakanmu dan melupakan mu? Lagi lagi harus berakhir karna keegoisan. Mungkin.. ini yang terbaik.
Tak lama kemudian aku mendengar kedekatanmu dengan dia. Aku merasa itu tak adil! Secepat itu kamu dekat dengan dia? kamu sibuk membuat dia bahagia. Dulu aku berada diposisi itu, tapi sekarang? Saat ini aku merasakan lagi bagaimana rasanya sakit hati. Luka ini kembali hadir, bagaimana tidak? Dulu kamu datang untuk mengobati rasa sakitku, tapi sekarang justru kamu yang memberi rasa sakit itu.
Kamu tak tahu bagaimana rasanya jadi aku saat itu, mungkin hanya air mataku yang mengerti. Sekarang aku punya alasan untuk melupkanmu. Aku sadar aku tak lagi berada dihatimu, karena sudah ada dia yang menggantikan. Itulah alasanku. Secara perlahan aku pasti bisa! Dan kini aku akan berusaha untuk itu.

Sabtu, 24 Agustus 2013

Kebodohanku

Hanya satu minggu waktu untuk ku mengenalnya, lalu kita menjalin hubungan. Dia baik dan perhatian. Aku menyukainya, ya menyukai sikapnya yang begitu cuek karena dia membuatku nyaman dan selalu membuat ku penasaran. Aku fikir aku sungguh mencintainya, tapi ternyata tidak! Aku hanya berusaha belajar menyayanginya dan sampai saatnya aku berhasil menyayanginya. Tapi kenapa disaat rasa sayang ini tumbuh hanya pengabaian yang aku dapat? Sikapnya yang aku kagumi hanya membuahkan pengabaian.
Aku merasa bahagia ketika dia sesekali memperdulikanku, tapi itu hanya sesaat. Sikapnya yang terlalu cuek padaku membuat aku merasa tak memlikinya. Aku benci cara dia mencintaiku! Rasa perhatian tak pernah dia tunjukan padaku, padahal aku hanya butuh perhatian darinya. Apa aku salah? Bukankah rasa sayang itu tumbuh karna adanya perhatian? Entahlah..
Selama ini aku selalu berusaha menjadi apa yang dia inginkan. Mencintai dia apa adanya, menerima kekurangannya, selalu memperhatikannya walau sebenarnya aku juga ingin diperhatikan. Dia hanya datang disaat dia butuh dan pergi ketika dia tak memperdulikanku. Apa aku salah bila aku merasa kesepian? Aku selalu merasakan hal itu, perhatian yang ku dapat hanya dari orang yang tak ku harapkan.
Setiap permasalahan diantara kita, dia selalu lari seakan tak memperdulikannya. Aku merasa hanya aku yang berusaha didalam hubungan ini, ya berusaha mempertahankan. Aku hanya bisa bersabar dan mengerti. Rasa itu hanya ku pendam dalam hati. Sekian kali rasa sakit ini pun semakin ku rasa. Dari kejujuran hati, aku memang merasa lelah. Lelah harus bagaimana lagi? sabar memang tak ada batasnya, tapi apa iya harus aku mengalah lagi demi hubungan yang tak pernah dia perdulikan? Untuk apa selama ini berusaha mempertahankan bila hanya sia-sia yang aku dapat? Tapi untuk itu aku tidak pernah merasa menyesal. Aku fikir cukup! Aku juga punya perasaan dan punya hak untuk memilih tetap tinggal atau pergi. Aku sudah mencoba, tapi kali ini aku memilih pergi..
Memang aku menyesal, itu karena aku terlalu cepat mengartikan rasa suka yang aku punya dan secepat itu aku anggap dia baik untukku. Aku anggap rasa suka itu lebih dari sekedar sayang, tapi ternyata rasa suka bukanlah segalanya. Penyesalan memang berada diakhir. Kini aku bisa belajar dari semua ini. Mungkin ini kebodohanku sejak awal.

Kamis, 15 Agustus 2013

Goodbye Happinness

Kau dan Aku tidak ditakdirkan untuk berada dalam satu kisah yang indah. Percaya atau tidak, begitulah kenyataannya. Jangan menyangkalnya karena akan sia-sia. Sama seperti berjalan diatas pecahan kaca, setiap langkah kita sesungguhnya hanya akan menuai luka.
Kau dan Aku seperti mencoba untuk membirukan senja yang selalu merah. Kita sama-sama berusaha, tetapi tidak bisa mengubah apa-apa. Senja tetap berwarna merah dan hatiku masih saja berkata tidak. Maka, berhenti dan renungkan ini semua sejenak. Tidak ada gunanya memaksa. Ini hanya akan membuatmu tersiksa dan aku menderita.
Lantas, kenapa kitak tidak menyerah saja? Bukankah sejak awal semuanya sudah jelas? Akhir bahagia itu bukan milik kita.

Senin, 05 Agustus 2013

Ketulusan

Aku tak menyesal telah mengenal dia walau hanya sekedar kakak untukku. Pertama kali aku melihatnya, ada rasa yang berbeda. Mungkin perasaan ini tumbuh begitu saja sejak aku mengenalnya. Dia cukup baik, manis, dan pintar.Kepintarannya itulah yang membuatku kagum padanya. Tersenyum, itulah yang selalu aku lakukan saat melihatnya. Ada rasa lebih dari sekedar teman disaat perasaan nyaman ini muncul. Aku tak mengerti, perasaan apa ini? Aku berharap dia juga mempunyai perasaan yang sama. Aku ingin memilikinya dan aku akan berusaha untuk itu.
Rasa penasaran membuat aku ingin selalu mencari tahu tentangnya. Ternyata dia mempunyai kekasih. Entah kenapa rasanya itu sakit! Padahal aku tak mempunyai hubungan apapun dengannya, hanya sebatas adik dan kakak kelas saja. Mungkin perasaan aku saja yang tidak wajar! Perasaan ini benar, mungkin aku menyukainya. Tapi apa iya? Apa yang membuat aku yakin kalo aku menyukainya? Aku tidak tahu.
Rasanya manis banget, ketika kulihat fotonya bersama dengan kekasihnya itu. Aku bisa merasakan kebahagiaannya. Disaat itu aku mulai mencoba berhenti, berhenti berharap! Aku sadar, aku hanya seorang wanita biasa yang penuh dengan kekurangan. Jauh sekali bila aku dibandingkan dengan kekasihnya yang begitu sempurna. Aku tak ingin mengganggu hubungannya. Jangankan menganggu, menyentuh hubungannya saja aku tak mau! Aku tak mau membuat hubungan yang manis itu hancur karna aku bisa merasakan itu.
Aku pun menjauh, tak dapat mengenalinya lagi. Hanya senyumannya yang bisa aku lihat dari kejauhan, tapi aku bahagia. Hari demi hari yang bisa aku lakukan hanyalah menunggu, entah menunggu apa dan siapa. Aku sibuk dengan urusanku hingga akhirnya aku tidak mengetahui tentangnya lagi.
Bertemu dengannya, itulah yang membuat rasa keingintahuanku muncul lagi. Aku menyadari bahwa aku sudah tidak tahu kabarnya. Rasa ingin tahu ini begitu besar, hingga akhirnya aku ingin tahu tentangnya lagi. Aku melihat hubungan mereka semakin hari semakin manis saja. Sakit rasanya tapi aku tak iri, sama sekali! Justru aku merasa bahagia, aku bisa merasakan kebahagiaan itu walau sebenarnya aku ingin menangis.
Aku tak ingin dia tahu akan perasaan ini, hanya lewat tulisan ini aku berani mengungkapkannya. Aku sadari, sampai saat inipun aku masih belum bisa untuk memilikinya. Dia tidak tahu, bahwa perasaan ini semakin tumbuh besar saat aku ingin selalu berusaha untuk melupakannya. Aku tak ingin membohongi perasaan ku bahwa memang perasaan ini lebih dari sekedar adik dan kakak, lebih dari sekedar teman, ya itu yang ku sebut dengan Cinta.
Aku rela dia bersamanya, karena dia bahagia. Biarlah perasaan ini hanya aku dan Tuhan yang tahu. Mengagumi tanpa dicintai dan mencintai tanpa dicintai. Mungkin itulah yang bisa ku sebut dengan Ketulusan. Aku tahu, sampai kapan pun dia taakan pernah bisa ku miliki. Tapi perasaan ini akan terus seperti ini.

Minggu, 04 Agustus 2013

Seandainya Tak Pernah Terjadi

“Penantian itu akan indah pada waktunya” Kamu percaya gak sama hal itu? Aku percaya, karena aku akan memberikan hal indah itu untukmu saat waktunya tiba. Tapi kenapa semuanya malah jadi sebaliknya? Setelah sekian lama kamu menantiku, kenapa keindahan yang akan kamu raih kamu hancurkan begitu saja? mungkin itu bukan maksudmu, lalu apa?
Suka dan sayang.. kata itulah yang selalu kamu lontarkan kepadaku. Hari demi hari aku bisa merasakan rasa sayangmu lewat perhatian yang begitu tulus dari semenjak kita kenal, akrab, sampai saatnya kamu jatuh hati padaku. Aku tidak tahu bagaimana perasanku padamu. Kali ini aku hanya butuh waktu untuk mengartikan rasa dihatiku.
 Hari itu kamu menembakku. Manis memang, tapi lambat laun aku mengetahui kenyataan kalau kamu ternyata milik orang lain. Bagaimana bisa? Selama ini yang ku ketahui kamu hanya menunggu ku. Kalau begini caranya, aku berfikir berulang kali.
Berniat menduakan? Kamu milik orang lain tapi kamu berani bilang sayang padaku dan selalu ingin aku menjadi milikmu. Kamu bilang rela meninggalkannya demi aku, apa itu bukti permainanmu? Tak kusangka kamu bisa melakukan hal sepicik itu! Sulit untuk dipahami. Aku tahu kamu memang menyukai dan mengagumiku sejak dulu, tapi bukan begitu caranya! Aku berfikir lagi, bagaimana bila nanti aku berada diposisinya? aku pasti akan merasakan rasa sakit ini lagi!
                Selama ini kamu ku kenal dengan baik dan tulus. Sekarang yang ku tahu kenyataannya kamu gak sebaik dan setulus itu! Kecewa, itu yang pertama kali aku rasakan setelah mengetahui semua itu. Kamu fikir aku sebodoh itu? iya aku memang bodoh, tapi kamu lebih bodoh!
Cukup tahu membuatku tak ingin mengetahui apapun lagi. Berkali-kali kamu menjelaskan tapi tetap saja sulit untuk percaya lagi. Mungkin banyak selama ini kebohongan dan kenyataan yang kamu sembunyikan. Semakin aku tahu semuanya, semakin aku ingin pergi. Pergi menjauh, hanya itu caranya agar semuanya bisa terlupakan.
Aku menghargai semua usahamu selama ini dengan selalu menanti dan memperhatikanku. Setelah kamu buat aku kecewa, apa harus aku hargai lagi? Aku tak ingin mendengarkan apapaun penjelasanmu, karna ku fikir semuanya cukup jelas! “Pergi saja, buang cintamu jauh-jauh! Mungkin memang Tuhan tak pernah mengijinkan kita bersatu.” Aku memang mudah bilang seperti itu, karena aku tahu yang tulus akan berakhir dengan indah ko. Begitu pula penantian mu itu. Itu bukan ketulusan, tapi kamu hanya menjadikan aku sebuah pilihan.
Aku akui semua ini juga salahku. Selama ini aku tak pernah mau mengakui perasaanku yang sesungguhnya padamu. Aku memang munafik! Aku selalu memilih untuk memendam perasaan ini. Aku melakukan hal itu hanya ingin menjaga perasaanku, karena aku benci dengan sikapmu yang seperti itu. Tapi aku tak menyalahkan sepenuhnya padamu. Mungkin karena waktu kita selalu salah.
Kamu benar, didunia ini pasti ada kesempatan kedua. Tapi menurutku kesempatan kedua itu tidak mudah. Kesempatan kedua itu tak seindah kesempatan pertama. Sakit.. ketika aku harus merelakanmu menjauh dariku. Semakin aku ingin melupakanmu, semakin hatiku merasa terluka. Tapi aku harus melakukan itu. Aku hanya tak ingin kamu terus mengharapkan aku, karena itu hanya akan membuat aku semakin terluka.
Kini aku telah memiliki dia, namun aku tak bisa menghindar dari perasaan ini. Aku akan mencoba berusaha melupakanmu dan mencintai dia. Aku hanya ingin kamu mengerti. Aku tak mungkin meninggalkannya demi kamu, ya demi kamu yang pernah menyakitiku. Bagaimana bisa aku meninggalkan dia yang tak pernah menyakitiku demi kamu yang pernah menyakitiku? Aku bodoh jika itu terjadi!
Seandainya cinta ini tak pernah ada, mungkin tak akan ada air mata. Seandainya cinta ini tak pernah terjadi, mungkin juga tak akan ada hati yang terluka. Walaupun kini kita tak bisa bersatu, tapi aku selalu  berharap itu akan terjadi suatu saat. Biarlah kita jalani apa adanya, mengalir seperti air sampai saatnya waktu dan Tuhan menyatukan kita berdua..